Yogyakarta: Kota Pelajar

Hai hai,

Liburan kali ini, saya memutuskan untuk liburan sendiri ke Jogja.

Mengapa sendirian?

Yah, kedua orang tua saya sepertinya harus sibuk mengurus segala keperluan studienkolleg kakak saya. Lagipula, saya juga sedang ingin liburan yang bebas, tidak ada pengawasan orang tua. Jadi saya ke Jogja tanggal 15 kemarin, dan lalu menginap di tempat kost sepupu saya di sini sampai pulang nanti tanggal 29. Hehe!

Selama 3Β  hari sudah saya lalui di sini, banyak hal menarik yang terjadi. Dari mulai menganggur menunggu sepupu selesai kuliah, mati lampu, mati air (ARGH!! Ga bisa keramas!!!), ngemil tengah malam, hingga keliling Jogja hanya dengan Rp. 3000,- per orang. Iya, cuma keliling secara literally tapi. Dengan kata lain naik bis TransJogja (sejenis Trans Jakarta, tapi gapake jalur spesial segala) dan menghabiskan 2 jam lebih pindah dari satu bus ke bus lain dan menikmati perjalanan panjang mengitari Jogja, yg karena ga keluar shelter-nya sehingga gaperlu bayar lagi, tentu saja. πŸ™‚

Sebenarnya saya cukup senang di sini. Berhubung saya bawa modem, saya bebas ol tiap saat dengan meminjam–menjajah–laptop sepupu saya. Tapi… seperti biasa, sebagai manusia yang penuh dengan paradoks, saya malah nggak banyak dapet inspirasi ketika punya banyak waktu luang untuk update fanfic.

Misalnya, kemarin adalah tanggal 17 Juni yang notabene merupakan International Father’s Day. Sebagai seorang penderita father-complex akut, sudah layak dan sepantasnya bagi saya untuk minimal mengepost sesuatu di ffn demi merayakan hari tersebut. Nyatanya, saya tidak kedatangan plot-bunny apapun, dan berakhir tidur pukul 03.00 pagi setelah melek baca komik seabrek. Shame on me!

Oiya, kembali mengenai Jogja, saya setuju bahwa kota ini disebut sebagai Kota Pelajar. Karena (selain banyaknya makanan yang dijual dengan harga pelajar–CIHUY! 8D) begitu banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan di sini.

Berikut adalah list-nya:

1. Ini adalah hal yang paling umum, dan pastinya sudah kita semua ketahui. Di sini (Malioboro), currency IDR dalam membeli barang-barang agak berbeda dengan di tempat umumnya. Misalnya: Rp 25.ooo,00 Malioboro =Β  Rp 5.000,00 Jakarta (atau tempat lain yg umum di Indo) atau Rp 115.000,00 = Rp 30.000,00.Β  Intinya? Ati-ati ketipu abang tukang jualan. :p

2. Sambal termasuk makanan utama masyarakat Jogja. Banyak banget warung tendaan yang menunya cuma ditulis ‘Sambal Bawang’ atau ‘***** Penyet’ (silahkan ganti ***** sesuka anda, bisa Ayam Penyet, Tempe Penyet, Telor Penyet, dsb. yang itu maksudnya objek ***** tersebut digepengin di atas cobek berisi sambel). Tapi saya nggak protes lho! Afterall, saya suka banget sambel. Mmhmm :9

3. Naik motor harus pakai helm, atau Pak Polisi akan datang dengan wajah garang. (Kenapa saya harus jauh-jauh ke Jogja cuma buat tau tentang ini? Karena saya ga pernah naik motor di Jakarta. Sedangkan di sini saya kemana- mana naik Trans Jogja atau motor sepupu saya).

4. AC adalah anugrah. Sekarang juga, ucapkan terima kasih dan cium AC-mu!!!

5. Nasi Kucing sama sekali tidak mengandung daging kucing. 8D

6. Para Bapak Delman yang budiman tidak mau meminjamkan delmannya hanya untuk foto-foto walaupun dibayar. Sayang sekali… padahal saya suka kuda (dan mau numpang gaya). sigh πŸ˜₯

7. Saya belajar naik bus gaul! (yang diawali dengan kata ‘Trans’) :D. Saya belum pernah naik Trans Jakarta, tapi udah pernah naik Trans Jogja. (Iya, emang saya kampungan. =_=)

8. Jika anda berkendara dengan motor atau dengan angkutan umum, SELALU SEDIA PAYUNG ATAU JAS HUJAN. Kecuali anda mau tau gimana perasaan anak kucing nyemplung comberan (ditingkah kekalahan Jerman melawan Serbia, percayalah itu sama sekali bukan pengalaman menyenangkan). *shiver*

9. Kuda bisa dimakan. (Jangann!! Mereka terlalu manis dan lucu untuk dimakan!! uhuhu D’: )

10. Di sini lebih banyak Circle K daripada Indomart.

Nah, di atas adalah masih sebagian kecil dari semua yang sudah saya pelajari. Huhaha! Sekarang saya sudah merasa lebih komplit sebagai seorang manusia! (kecuali kenyataan bahwa saya belum mandi karena kost-an sepupu saya yang mati airnya. huhuhu D’: )

Oh iya, mengenai fanfic-fanfic yang semestinya saya update, tolong sabar dulu ya teman-teman. Begitu saya tidak terlalu sibuk liburan *slapped* saya akan segera mengepost chapter berikutnya. Walaupun sepertinya fanfic yang pertama bakal saya post dalam waktu dekat ini adalah sebuah fic Light/Sayu (ya, Yagamicest :3 ) yang ditulis dalam English karena kalo dalam Bahasa Indonesia saya sedikit ragu bakalan ada yang mau baca pairing ini. Tapi… hei, siapa tau? hehehe πŸ˜€

Ngomong-ngomong, saya minta ditato nama saya yang ditulis dalam Aksara Jawa Hanacaraka lho di lengan! Hihi, saya senang sekalii πŸ™‚ hehe,Β  maaf nggak penting.

so,

until the next time we meet,

yuushigureHalo, aku gajah yang manis dan tampan. Lihat belalaiku!

Advertisements

About yuushigure

I love reading, writing, cooking, anime, manga, fanfiction, vocaloid, photography, good music and loads of other things. Know me better, let's be friends :) visit me at: http://flavors.me/yuushigure
This entry was posted in le fanfiction, life in technicolor and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s